Sinopsis film The Insider

berdasarkan dari kisah nyata .....

pada intinya film ini mengisahkan kegagalan penayangan program televisi " 60 Minutes " dari stasiun televisi CBS yang menampilkan wawancara dengan Jeffrey Wigand (Russell Crowe) yang hendak membongkar kecurangan ndustri rokok terutama perusahaan roko Brown & Williamson (B&W), beks tempat kerjanya dulu. Akibat kegagalan tersebut , integritas dari jurnalisme CBS pun runtuh. Jeffrey Wignad memutuskan untuk memberitahu dunia apa yang tujuh perusahaan tembakau besar tahu (dan tersembunyi) tentan bahaya produk mereka. Jeffrey Wigand adalah seorang ilmuan yang bekerja dalam penelitian untuk sebuah perusahaan tembakau, tidak lama setelah dipecat oleh Brown dan Williamson, Wignad datang dalam kontak dengan Lowell Bergman seorang produser " 60 Minutes " yang bekerja erat dengan jurnalis Mike Wallace. Kisah Wignad yang mau diangkat oleh koresponden Mike dan produser Lowell untuk acara " 60 Minutes " dari CBS ini mengisahkan bahwa mantan bos dari B&W telah berbohong kepada kongres mengenai akibat pengaruh rokok terhadap kesehatan. Sebagai ilmuan Wignad sangat terganggu dengan hasil temuannya yang menunjukan rokok tidak lebih dari nikotin yang dibungkus dengan kertas belaka. Namun akirnya pada waktu itu 1993, Wignad di pecat lantaran protes yang diajukannya. Perusahaan juga sangaja memanipulasi level nikotin dalam rokok agar membuat perokok makin mencandu.
dalam hal ini, produser " 60 Minutes " sedang mencari ahli untuk menjelaskan tentang istilah teknisi industri. Setelah melewatkan keruntuhan industri tebakau, namun Wignad tidak berani bicara karena telah terkait perjanjian tidak membocorkan rahasia perusahaan agar pensiun dan asuransi kesehatan tetap dibayar. Namun Lowell begitu percaya ada lubang dalam perjanjian tersebut yang dapat membuat Wignad beraksi dalam sebuah tuntutan " action class " terhadap industri tembakau di Mississippi. Begitu selesai beraksi, Wignad dapat menyampaikan kecurangan industri tersebut termasuk B&W dalam acara "60 Minutes" . Namun sayangnya apa yang diharapkan tidak terjadi, padahal Wignad telah mengambil resiko termasuk diteror oleh orang tak dikenal dan keguncangan pernikahannya.

It's Me About Sherly Kurniasari

Memasuki masa perkuliahan inilah yang saat ini saya, Sherly Kurniasari Saputro sedang jalani. Saya perempuan kelahiran Surabaya, 2 September 1989, harus benar-benar menjaga kesehatan karena permulaan ospek di kampus atau disebut P3KMABA sangat membutuhkan ekstra stamina. Setelah satu minggu proses ospek selesai dan bejalan dengan baik. Saat ini sudah dimulai kelas perkuliahan, sangat menyenangkan bagi saya bisa memasuki dunia perkuliahan di Petra dengan konsentrasi jurusan Ilmu Komunkasi. Namun dengan begini kegiatan yang saya miliki jadi terkesampingkan, seperti pekerjaan make up, latihan menari, pentas menari lebih dinomer duakan dahulu. Karena saya benar-benar ingin konsentrasi dengan kuliah yang saya pilih. Besar tanggung jawab yang saya pikul terhadap orang tua, karena study perkuliahan ini atas keinginan dan permintaan saya terhadap orang tua.

Kegiatan belajar secara formal sempat tertunda dua tahun karena selesai lulus SMA saya tidak langsung melanjutkan kuliah tetapi kursus make up yang menarik minat saya unuk mendalami skill tersebut. Tanpa diduga kemampuan saya dihargai di sebuah studio foto, sebagai full timer di Portrait studio. Saya diberi kesempatan memegang make up di bagian majalah remaja ‘Shop n Shop’ dan pre wedding. Sungguh bersyukur kepada Tuhan karena anugrahnya yang diberikan kepada saya.

Ini semua berawal dari kesukaan saya menari, dunia make up tidak asing bagi saya. Sejak SMP saya tergabung dalam sebuah sanggar tari Angga Lee yang tidak jauh dari rumah, mencoba untuk mengikuti jadwal les yang ada, ternyata sangat menarik minat saya untuk terus bergabung, hingga saat ini. Sampai kesempatan pementasan juga bisa saya rasakan. Sebuah pembinaan rasa percaya diri bagi saya untuk mengahadapi dunia panggung. Di sinilah awal perkenalan saya dengan make up. Dalam sebuah show diharuskan mampu merias dirinya sendiri karena keterbatasan waktu dan tenaga profesional make up. Inilah yang menjadi awal mula ketertarikan saya di bidang make up. Cukup besar potensi saya bila tetap saya tekuni dan saya dalami lagi.

Namun hati kecil berkata lain, saya ingin kuliah, karena saya merasa, hidup di dunia jaman sekarang tidak cukup hanya memiliki skill. Sisi lain adalah status sosial yang perlu saya pikirkan untuk dihargai di masyarakat juga cukup menarik minat saya untuk berkuliah. Dengan proses yang cukup panjang terlewati hingga saya lolos masuk menjadi mahasiswa UK Petra. Sangat meyenangkan dengan semua yang ada sekarang. Memiliki banyak teman baru, pengetahuan baru, dan lingkungan baru sangat menyenangkan bagi saya.

Alasan yang sangat mendasar dengan ini semua adalah sifat sosial yang saya miliki cukup besar, saya sangat tertarik dengan keorganisasian, aksi peduli lingkungan, kegiatan - kegiatan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan. Selain belajar peduli terhadap lingkungan sekitar, sikap kontrol diri juga dapat terlatih di kegiatan seperti itu. Cukup susah bagi saya untuk bisa mengendalikan emosi dan dari itu semua saya bisa banyak belajar. Harapan baru yang saya miliki dengan kehidupan sekarang adalah bisa aktif dan terlibat banyak kegiatan sosial yang ada, di mana UK Petra cukup banyak memiliki sarana itu. Karena ini salah satu bentuk memiliki kualitas hidup yang saya anggap baik. Berbuat kebaikan sebanyak mungkin ketika kita masih berkesempatan hidup.